Tip Presentasi Efektif

2 07 2008

Sebelum presentasi

 

  • Teliti siapa audiens Anda: minat-minat dan keyakinan-keyakinan jenis presentasi yang sesuai (berapa lama, bagaimana formatnya, dan jenis teknologinya).
  • Pilih pakaian yang tepat, sesuai dengan keadaan audiens Anda: kasual atau formal?
  • Siapkan apa yang akan Anda sampaikan: Anda tidak mungkin menuliskan semua kata yang akan disampaikan; buatlah daftar konsep apa saja yang akan disampaikan, dan kembangkan poin-poin percakapan yang mendukung konsep-konsep tersebut.
  • Latihan: berlatih mengucapkan poin-poin tersebut secara urut dan dengan tone percakapan.
  • Rileks: sesaat sebelum presentasi, pikiran harus jernih dan siap menjalankan tugas.

 

Selama presentasi

  • Mengawali dengan anekdot atau kutipan kata-kata.
  • Menyampaikan kerangka pemikiran kepada audiens.
  • Menyampaikan argumen inti (pentingnya topik yang disajikan) pada awal presentasi, didukung data.
  • Membangun sesi interaktif: ajukan pertanyaan-pertanyaan untuk membantu audiens fokus pada presentasi.
  • Menggunakan teknologi, tetapi jaga supaya tetap komunikatif.
  • Usahakan menarik, tetapi tidak perlu terlewat entertaining (menghibur). Yang penting peserta dibuat berpikir.
  • Menutup dengan sebuah kutipan atau pesan penting untuk menegaskan esensi presentasi.

 

Sesudah presentasi

 

  • Mengevaluasi    : katakan pada diri sendiri, kapan dan apa yang baik dilakukan pada presentasi yang akan datang
  • Follow-up        : siapkan dan kirim materi atau data yang Anda janjikan kepada audiens, dan sampaikan ucapan terima kasih secara formal kepada panitia atau pengelola acara.

 

Strategi Mengatasi Ketakutan

 

  • Persiapan: Setelah memastikan topik presentasi, segera siapkan perlengkapan.
  • Lakukan persiapan 10-15 menit sehari agar dapat tampil alami.
  • Tetapkan dan praktikkan kata-kata atau kisah pembuka agar dapat melewati kecemasan tinggi pada awal presentasi.
  • Mengenal Medan: Sebelum presentasi, usahakan menengok setting presentasi akan berlangsung, agar tidak cemas karena situasi yang asing. Kenali juga siapa audien Anda (berapa banyak, latar belakang, pendidikan, atasan keikutsertaan).
  • Bayangkan Sukses: Bayangkan (visualisasi) diri Anda dihadapan audiens di tempat presentasi. Lihat diri Anda dalam keadaan percaya diri sepenuhnya, dapat mengendalikan situasi, dan audiens yang menikmati apa yang Anda bicarakan.
    • Hindari pikiran pikiran negatif.
    • Harapan yang realistis: Anda tidak akan sempurna; tetapi dapat mengusahakan yang terbaik yang dapat Anda lakukan. Ingat bahwa Anda tampak lebih percaya diri dari yang anda rasakan. Anda mengetahui lebih banyak tentang topik presentasi. Peserta hadir untuk belajar dari Anda, bukan untuk melihat Anda gagal.
  • Ciptakan pengalaman    : Semakin sering Anda mengulang apa yang akan Anda katakan, Anda akan semakin merasa nyaman. Berlatihlah di hadapan sekelompok teman (atau pelatih) dan meminta umpan balik.
  • Bicarakan hal-hal yang menarik minat Anda: Anda akan merasa lebih positif ketika menyampaikan pesan Anda bila itu merupakan hal yang Anda yakini dan familiar bagi Anda.
  • Lakukan rileksasi teratur: Tubuh yang rileks dapat mengurangi ketidaknyamanan fisik yang menimbulkan kecemasan. Redakan tegangan yang meninggi dengan olahraga, meditasi, atau latihan pernapasan perut.
  • Gunakan alat bantu visual: Alat bantu visual akan mengalihkan perhatian dari Anda, sehingga Anda lebih rileks. Ini baik untuk dilakukan pada awal presentasi ketika tingkat kecemasan Anda tinggi.
  • Menggunakan gesture: Jangan takut untuk bergerak. Biarkan alami
Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: